Langsung ke konten utama

No Excuse !



“Jangan melangkah di jalan keputusasaan.
Di alam ini terhampar berjuta harapan.
Jangan pergi ke arah kegelapan.
Di alama ini terdapat banyak cahaya.......”
Kalimat itu saya kutip dari sebuah buku renungan ruhani, yang secara tidak sengaja setelah magrib saya baca. Ternyata kalimat diatas mewakili keadaan saya saat ini. KEPUTUSASAAN. Satu kata yang mengartikan kondisi dimana kita tida mau mencoba kembali apa yang pernah kita lakukan sebelumnya. Hanya karena takut gagal (kembali). Itulah arti keputusasaan versi saya. Pengalaman pribadi banget yee kayanya..
Dibaris pertama kalimat itu jelas terdapat kata “jangan...”. sudah jelas bahwa kita dilarang keras untuk berada di posisi kalimat itu. Terus saya harus melangkah di jalan apa? Gak butuh waktu lama saya langsung membuka notebook dan mulai mengetik kutipan kalimat di buku tersebut untuk saya post di blog milik saya. Akhirnya dari kalimat baris pertama, saya mendapatkan pencerahan untuk kembali menyapa para pengikut di blog saya. (berasa punya banyak followers).
Honestly keadaan saya sekarang gak secerah temen-temen. Saya anak bungsu yang diharapkan bisa jauh lebih sukses dari kakak-kakak saya, ternyata saat ini belum bisa melakukan apa-apa terutama untuk mamah. Ada sedikit perasaan iri kenapa saya belum bisa melakukan apa yang saya inginkan seperti yang dilakukan kakak-kakak saya. Terlebih iri dengan teman-teman yang telah sukses berperang di luar sana. But i dont wanna continue this condition. I must be happy and also be success like them. I promise will be proud my mother.   Dimana arti dari kalimat tersebut adalah “terjebak di ruang nostalgia..aaa...aaa...” (berubah jadi raisa).
Harus yakin bahwa Allah bersama kita! Di luar sana masih ada sejuta harapan, sejuta impian yang menanti kedatangan siapa saja yang akan menjemputnya. Percayalah semua itu akan indah pada waktunya, jika Allah telah mengizinkannya.
Tidak ada perbuatan yang sia-sia, apabila yang kita lakukan adalah kebaikan.
Let’s something good or do good something.
-nrl


Komentar